Kamera mirrorless modern punya dua pilihan shutter: mekanis dan elektronik. Memahami perbedaannya penting — terutama karena shutter elektronik tidak menambah shutter count, sehingga kamera bisa terlihat "lebih baru" dari kondisi sebenarnya.
Cek Shutter Count Kameramu →| Aspek | Shutter Mekanik | Shutter Elektronik |
|---|---|---|
| Cara kerja | Tirai fisik membuka/menutup | Sensor membaca baris per baris |
| Menambah shutter count? | ✓ Ya | ✗ Tidak |
| Suara | Ada bunyi klik | Senyap total |
| Kecepatan sinkronisasi flash | Hingga 1/250 detik | Terbatas (rolling shutter) |
| Rolling shutter | Sangat minimal | Bisa terlihat pada subjek cepat |
| Banding di lampu LED/neon | Tidak terpengaruh | Bisa terjadi banding |
| Cocok untuk | Flash, aksi cepat, studio | Foto diam, alam liar, video hybrid |
| Umur komponen | Terbatas (100k–500k) | Tidak ada batasan mekanis |
Shutter mekanik adalah tirai fisik yang terbuat dari logam atau karbon yang bergerak di depan sensor untuk mengontrol durasi paparan cahaya. Setiap kali kamu menekan tombol rana, tirai ini bergerak — dan setiap gerakan menambah satu angka ke shutter count.
Karena merupakan komponen mekanis yang bergerak, shutter mekanik memiliki umur terbatas yang disebut rated shutter life atau batas maksimum aktuasi.
Shutter elektronik tidak menggunakan komponen fisik. Sensor kamera membaca data gambar baris per baris dari atas ke bawah — sehingga efek "tirai" bersifat virtual.
Keunggulan utama shutter elektronik:
Kekurangan shutter elektronik adalah efek rolling shutter (distorsi pada objek yang bergerak cepat) dan potensi banding saat memotret di bawah pencahayaan buatan seperti lampu LED.
Penjual kamera bekas yang tidak jujur mungkin memanfaatkan fitur shutter elektronik untuk menjaga shutter count mekanis tetap rendah, meskipun kamera sudah banyak dipakai.
Sebagai pembeli yang cerdas, selalu tanyakan: