ShutterCount membaca data EXIF foto secara gratis langsung di browsermu — termasuk shutter count tersembunyi yang tersimpan di MakerNote. Tidak perlu install software, tidak perlu buat akun, fotomu tidak pernah meninggalkan perangkatmu.
ShutterCount mengekstrak data kritis dari file RAW dan JPEG, termasuk data MakerNote yang tersembunyi dari pembaca EXIF biasa:
Shutter Count
Jumlah jepretan total
Model Kamera
Merek & model persis
Tanggal & Waktu
Kapan foto diambil
ISO
Sensitivitas sensor
Apertur (f/)
Bukaan lensa
Kecepatan Rana
Durasi eksposur
Panjang Fokus
Focal length lensa
Perkiraan Nilai Jual
Estimasi harga bekas
Data MakerNote: Shutter count disimpan di bagian MakerNote EXIF yang bersifat privat dan berbeda-beda per merek. ShutterCount sudah divalidasi pada 210+ model kamera untuk memastikan akurasi pembacaan.
Format File yang Didukung
Canon — CR3 (EOS R series), CR2 (DSLR lama), JPEG
Nikon — NEF, JPEG
Sony — ARW, JPEG
Fujifilm — RAF, JPEG
Olympus / OM System — ORF, JPEG
Panasonic — RW2, JPEG
Adobe DNG — dari kamera apapun yang menggunakan DNG
File JPEG berfungsi selama data EXIF-nya belum dihapus. Perlu diperhatikan: media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp menghapus EXIF saat upload — selalu gunakan file asli dari kamera atau kartu memori.
Cara Baca EXIF Foto Gratis
Siapkan file foto asli — Gunakan file RAW (CR3, NEF, ARW, RAF, dll.) atau JPEG langsung dari kamera atau kartu memori.
Buka ShutterCount di browser — Kunjungi shuttercount.app di smartphone, tablet, atau komputer. Tidak perlu install apapun.
Drag & drop atau pilih file — Seret file ke area upload, atau klik untuk memilih dari file manager. File tidak dikirim ke server manapun.
Baca hasilnya — Data EXIF lengkap ditampilkan dalam hitungan detik, termasuk shutter count yang tersembunyi di MakerNote.
Mengapa EXIF Penting untuk Jual-Beli Kamera?
Data EXIF — khususnya shutter count — adalah satu-satunya informasi yang tidak bisa dipalsukan oleh penjual kamera bekas. Tidak seperti kondisi fisik yang bisa dipoles, angka di MakerNote adalah catatan permanen yang dibuat langsung oleh firmware kamera.
Verifikasi kejujuran penjual — Bandingkan shutter count yang diklaim penjual dengan angka yang terbaca dari file EXIF.
Negosiasi harga berbasis data — Kamera dengan shutter count 15.000 layak dihargai lebih tinggi dari yang sama tapi sudah 95.000 aktuasi.
Mengetahui sisa umur kamera — Bandingkan shutter count dengan batas maksimum model tersebut untuk menghitung persentase sisa umur rana.